Amerika » Amerika Serikat

Anggota Bertambah, Komunitas Buddhis San Diego Pindah Gedung ke Bekas Gereja

Sabtu, 14 Januari 2017

Bhagavant.com,
California, Amerika Serikat – Sebuah komunitas Buddhis yang berdiri pada 2015 di Universitas di San Diego, California, Amerika Serikat bertambah anggotanya dan memindahkan viharanya ke sebuah bekas gereja.

Jeff Zlotnik, berdiri di dalam Gereja Swedenborgian yang kosong di University Heights, tempat baru bagi komunitsa Vihara Dharma Bum.
Jeff Zlotnik, berdiri di dalam Gereja Swedenborgian yang kosong di University Heights, tempat baru bagi komunitsa Vihara Dharma Bum. Foto: sandiegouniontribune.com

Komunitas Vihara Dharma Bum (Dharma Bum Temple) yang berdiri di Universitas Negeri San Diego (San Diego State University – SDSU) di pusat Kota San Diego dalam proses pemindahan tempat mereka beribadah.

Hal tersebut dilakukan lantaran tidak muatnya lagi bangunan yang lama untuk menampung anggotanya yang terdiri dari mahasiswa yang semakin bertambah.

Selain dalam proses pemindahan vihara mereka ke sebuah gereja kosong yang dibangun tahun 1920-an di Kota University Heights, Ohio, komunitas tersebut juga rencananya akan membuka cabang di Universitas California tahun depan.

“Saya tahu ini akan lepas landas,” kata Jeff Zlotnik, salah satu pendiri Komunitas Vihara Dharma Bum yang juga penasehat unit mahasiswa Delta Beta Tau di SDSU, seperti yang dilansir The San Diego Union-Tribune, Rabu (4/1/2017).

“Saya tahu para mahasiswa akan menyukai ini, tapi apa yang tidak saya sangka adalah para mahasiswa akan merasa begitu memiliki dan merasa bangga begitu cepat.”

Zlotnik, yang pernah menjadi anggota unit mahasiswa Beta Theta Pi saat menjadi mahasiswa di Universitas Arizona, mendekati SDSU memprakarsai berdirinya komunitas Buddhis pertama di negara bagian tersebut pada musim gugur 2015.

Beberapa mahasiswa di SDSU telah menghadiri sesi meditasi di Vihara Dharma Bum, sebuah vihara yang didirikan oleh Zlotnik sebagai cara belajar Agama Buddha bagi orang Barat yang berbahasa Inggris. Nama vihara itu sendiri berasal dari novel karya Jack Kerouac.

Para mahasiswa yang tertarik dengan komunitas persaudaraan ini mulai bertemu secara mingguan di perpustakaan universitas pada tahun 2015, dan program andalan pertama mereka dimulai musim semi lalu.

Sebanyak 17 anggota baru-baru ini bergabung dalam komunitas Buddhis yang kini berjumlah 51 orang.

“Hal itu indah karena para mahasiswa semester terakhir ini benar-benar lebih terlibat dalam menjalankannya,” kata Zlotnik.

Para anggota komunitas yang baru bergabung harus mengunjungi empat vihara selama lebih dari 10 minggu untuk mempererat dan mengenal kebudayaan Agama Buddha yang berbeda-beda.

Kunjungan tersebut termasuk perjalanan ke Vihara Dharma Bum, Sentra Zen San Diego di Pacific Beach, Vihara Hutan Metta di Valley Center dan Vihara Pao Fa di Irvine, di mana para mahasiswa menginap.

“Saya belum pernah melihat satu program yang lebih efektif dalam menghasilkan orang-orang baik yang tulus, siap untuk pergi keluar dan menyebarkan kebaikan mereka dalam komunitas mereka dan selanjutnya ke dunia di sekitar mereka,” tulis Evihn Vaszily seorang mahasiswa dan anggota kelompok tersebut dalam sebuah kepada administrator SDSU.

Saat komunitas tersebut berkembang di SDSU, tiga anggotanya bertemu dengan para mahasiswa UC San Diego yang tertarik mendirikan komunitasnya sendiri yang sejenis.

Zlotnik mengatakan ia juga telah dihubungi oleh orang-orang yang tertarik untuk memulai komunitas mereka sendiri di Florida, Chicago, New York dan empat kota lainnya.

Untuk saat ini, kelompok tersebut bertemu dua kali seminggu, sekali di SDSU dan sekali di toko cendera mata Buddha for You di Campus Plaza Shopping Center. Pertemuan hari Rabu terbuka untuk umum dan diselenggarakan pukul 20.30 di Ruang Tehuanco Himpunan Mahasiswa Aztec SDSU.

Gedung bekas Gereja Swedenborgian di Tyler Avenue di University Heights, San Diego, AS, tempat baru bagi komunitas Vihara Dharma Bum.
Gedung bekas Gereja Swedenborgian di Tyler Avenue di University Heights, San Diego, AS, tempat baru bagi komunitas Vihara Dharma Bum. Foto: sandiegouniontribune.com

Anggota komunitas dan orang-orang yang hadir di Vihara Dharma Bum tidak selalu umat Buddha, tetapi mereka yang tertarik dengan filsafat Buddhis dan meditasi, kata Zlotnik.

Saat komunitas Buddhis tersebut berkembang, Zlotnik mulai mencari rumah baru untuk Vihara Dharma Bum, yang menurutnya sudah terlalu sempit.

Akhir tahun lalu, Zlotnik mengetahui bahwa Gereja Swedenborgian di Tyler Avenue di University Heights telah ditutup.

Para umat gereja tersebut merupakan pengikut Emanuel Swedenborg pendiri ajaran Kristen mistik abad ke-18, seorang ilmuwan Swedia, filsuf dan teolog, dan properti gereja tersebut dimiliki oleh Yayasan Swedenborg.

Gereja tersebut dibuka tahun 1927, dan selama beberapa dekade Aula Swedenborgian di dalamnya telah digunakan oleh kelompok-kelompok teater dan penyelenggara untuk menyelenggarakan berbagai konser dan pertemuan komunitas.

Bangunan gereja bergaya “mission” tersebut didesain oleh Louis John Gill, keponakan dari arsitek lokal terkenal Irving Gill, yang karyanya meliputi Gedung Administrasi Daerah, struktur asli di Kebun Binatang San Diego, Gereja Hati Kudus di Coronado dan Klinik Rees-Stealy di Jalan Fourth and Grape.

Hingga kini Zlotnik dan komunitasnya berusaha mengumpulkan dana untuk mengambil alih gereja yang dalam negosiasi pembelian disepakati seharga 1,4 juta dolar AS.

Zlotnik yakin bahwa komunitasnya dapat menggalang dana dengan dukungan orang-orang yang telah berdana kepada vihara tersebut.[Bhagavant, 14/1/17, Sum]

Kata kunci: