Asia Tenggara » Thailand » Tradisi dan Budaya

Ini Cara Umat Buddha Thailand Sambut Tahun Baru 2017

Minggu, 1 Januari 2017

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Tahun Baru 2017 disambut oleh warga dunia dengan antusias, tidak terkecuali oleh umat Buddha di Thailand yang sebagian besar menyambutnya dengan cara yang berbeda dari kebanyakan warga dunia.

Umat Buddha melantunkan paritta menyambut Tahun Baru 2017 di Sanam Luang, Bangkok, Thailand.
Umat Buddha melantunkan paritta menyambut Tahun Baru 2017 di Sanam Luang, Bangkok, Thailand. Foto: Bangkok Post

Banyak umat Buddha (Buddhis) di Thailand menyambut kedatangan Tahun Baru 2017 dengan melantunkan paritta di Sanam Luang (sebuah lapangan umum di depan Vihara Phra Kaew), taman-taman nasional dan sejarah, pusat perbelanjaan dan di vihara-vihara nasional di dalam negeri dan juga di luar negeri.

Hal ini telah lama menjadi tradisi pada malam tahun baru di negara “Gajah Putih” tersebut, saat Buddhis di Thailand berkumpul di vihara untuk berpuja bakti dan bermeditasi bersama serta mendengarkan khotbah tentang menjalankan kehidupan yang baik. Ini merupakan cara untuk membawa nasyarakat berkumpul bersama sebelum tahun baru tiba, menerima berkat dan melakukan perbuatan jasa kebajikan.

Tahun ini, kegiatan tersebut menjadi lebih penting bagi masyarakat Thailand semenjak puja bakti tersebut diperuntukan bagi Raja Bhumibol Adulyadej, yang wafat pada 13 Oktober 2016. Setiap orang diundang untuk bergabung dalam puja bakti tersebut dan dalam sebuah upacara tradisional penyalaan lilin Thailand yang didedikasikan untuk negara, Agama Buddha dan kerajaan Thailand.

Beberapa tempat utama puja bakti sambut tahun baru di antaranya termasuk Sanam Luang, Vihara Fajar (Wat Arun), Vihara Pho (Wat Pho) dan Vihara Bowonniwet (Wat Bowonniwet) di Bangkok, Vihara Suan Dok (Wat Suan Dok) dan Taman Botanis Queen Sirikit di Chiang Mai, Pertanian Choen Tawan di Chiang Rai, Taman Sejarah Sukhothai di Sukhothai, Vihara Kut Ao (Wat Kut Ao) di Kalasin, Taman Nasional Pha Taem di Ubon Ratchathani, rupaka Thao Suranaree di Nakhon Ratchasima, Ruang Naga Phanom di Nakhon Phanom, Vihara Mahathat (Wat Mahathat) di Nakhon Si Thammarat, Vihara Khlong Wan (Wat Khlong Wan) di Prachuap Khiri Khan, Tanjung Phrom Thep di Phuket dan Central Festival Hat Yai di Songkhla.

Empat belas provinsi perbatasan juga akan menggelar doa pergantian tahun negara-negara ASEAN. Provinsi tersebut yaitu Mae Hong Son, Tak, Loei, Nong Khai, Bung Kan, Mukdahan, Nakhon Phanom, Ubon Ratchathani, Surin, Si Sa Ket, Sa Kaeo, Satun, Ranong dan Songkhla.

Di semua tempat yang ditentukan, kegiatan dimulai pada 9 malam dengan 89 detik melakukan hening sejenak untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Raja Bhumibol. Dari pukul 23.45 hingga tengah malam, puja bakti malam Tahun Baru berlangsung. Pada tengah malam, gong dibunyikan sembilan kali sementara masyarakat akan menyanyikan lagu-lagu Phorn Phi Mai (Berkah Tahun Baru) dan Sawasdee Phi Mai (Hello Tahun Baru) untuk menandai datangnya Tahun Baru.

Pada 1 Januari pukul 00.09, lilin-lilin dinyalakan dan puja bakti berlangsung untuk menyambut Tahun Baru. Pagi harinya, kegiatan melakukan jasa kebajikan seperti mempersembahkan dana makanan kepada para bhikkhu berlangsung di seluruh Thailand. Sejumlah warga Thailand mengunjungi sembilan vihara dalam sehari untuk mendapatkan berkah di tahun 2017.

Aturan dalam berpakaian untuk acara 1 Januari adalah warna hitam untuk para pejabat pemerintah dan para karyawan perusahaan negara, sedangkan warna putih untuk warga sipil.

Untuk mendapatkan lebih banyak berkah tahun baru, sejumlah umat Buddha melakukan penghormatan kepada Buddha melalui 10 dari rupaka-rupaka Buddha utama di Istana Depan (Wang Na) di Balairung Mahkota Phutthaisawan di kompleks Museum Nasional Bangkok dari pukul 09.00 hingga 16.00 setiap hari sampai 31 Januari. Salah satu rupaka tersebut adalah Phra Buddha Sihing.

Tujuan dari kegiatan khusus tersebut adalah untuk menghormati Sri Buddha dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka terhadap raja-raja Thailand yang lalu dan yang ada saat ini serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan nasional.

Tradisi umat Buddha di Thailand dalam menyambut Tahun Baru tersebut bisa menjadi salah satu teladan bagi umat Buddha lainnya agar lebih mengedepankan kegiatan keagamaan alih-alih berpesta pora.[Bhagavant, 1/1/17, Sum]

Kata kunci: