India » Lingkungan Hidup

Guru Spiritual Buddhis Terima Penghargaan Wildlife Service Award

Jumat, 16 Desember 2016

Bhagavant.com,
Arunachal Pradesh, India – Seorang lama atau guru spiritual Buddhis menerima sebuah penghargaan bergengsi untuk perannya dalam pelestarian alam liar di Arunachal Prades.

Lama Lobsang Gyatso (kiri, baju merah), raih penghargaan Sanctuary Wildlife Service Award, dalam sebuah seremoni Sanctuary Wildlife Awards 2016.
Lama Lobsang Gyatso (kiri, baju merah), raih penghargaan Sanctuary Wildlife Service Award, dalam sebuah seremoni Sanctuary Wildlife Awards 2016. Foto: Facebook Save Mon Region Federation(SMRF)

Lama Lobsang Gyatso, salah satu penentang paling vokal terhadap proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah Tawang, menerima Sanctuary Wildlife Service Award, dalam sebuah seremoni Sanctuary Wildlife Awards 2016 yang diadakan di Pusat Pertunjukan Seni Nasional, di Mumbai, Maharashtra, pada hari Jumat (2/12/2016) malam.

Penghargaan bergengsi dalam bidang pelestarian alam liar tersebut diserahkan oleh mantan Deputi Gubernur Bank Persediaan India (Reserve Bank of India), Usha Thorat di hadapan beberapa pejabat termasuk Ketua Menteri Maharashtra, Devendra Fadnavis, mantan pucuk pimpinan polisi Julio Ribeiro, dan editor majalah Sanctuary Asia, Bittu Sahgal.

Penghargaan tersebut mengakui karya Lama Gyatso melalui Save Mon Region Federation (SMRF) bagi perlindungan terhadap sungai, ekologi dan satwa liar di daerah Tawang, khususnya habitat musim dingin dari bangau leher-hitam.

Mahkamah Lingkungan Hidup Nasional India (The National Green Tribunal) telah memutuskan untuk menangguhkan izin lingkungan dari proyek pembangkit listrik tenaga air Nyamjang Chhu 780 Megawatt pada April 2016 dalam menanggapi banding yang diajukan oleh SMRF.

Dalam pidato penerimaan penghargaan tersebut Lama Lobsang Gyatso mendedikasikan penghargaan tersebut untuk dua martir yang menjadi korban dari penembakan polisi yang terjadi pada 2 Mei di Tawang.

Sanctuary Asia, yang mensponsori penghargaan tersebut mengatakan bahwa SMRF dan Lama Lobsang Gyatso harus “memperjuangkan pertempuran untuk melindungi sungai-sungai dan kebudayaan Tawang di berbagai aksi unjuk rasa dan kampanye tingkat lokal, pertemuan dengan anggota parlemen di Delhi, melaporkan perusakan lingkungan dan hutan kepada Kementerian Lingkungan Hidup India, pembelaan media, memobilisasi komunitas, melakukan tindakan hukum dan dokumentasi situs-situs budaya dan ekologis yang sensitif yang terkena dampak pasti dari proyek listrik tenaga air tersebut”.

“Meskipun (ada) rintangan, ia dan SMRF melanjutkan perjuangan berat mereka untuk melindungi sungai, satwa liar dan kebudayaan Tawang. Karyanya telah menghasilkan di banyak desa di daerah yang mengadopsi resolusi Gram Sabha yang menentang proyek-proyek yang berdampak merusak situs-situs budaya, mata pencaharian dan spesies satwa liar,” kata pihak Sanctuary Asia seperti yang dilansir The Arunachal Times, Minggu (4/12/2016).

Selain Lama Lobsang Gyatso, acara penyerahan penghargaan yang dipandu oleh aktris Bollywood dan anggota Sanctuary Nature Foundation, Dia Mirza, juga memberikan penghargaan kepada oleh 14 orang lainnya yang juga berjasa dalam pelestarian lingkungan dalam kategori yang berbeda.[Bhagavant, 16/12/16, Sum]