Australia » Meditasi » Pendidikan

Para Siswa Lima Tahun Ikut Meditasi dalam Gerakan Kesadaran Penuh

Selasa, 2 Agustus 2016

Bhagavant.com,
Victoria, Australia – Para siswa usia lima tahun melakukan meditasi kesadaran penuh setiap hari di kelas mereka sebagai bentuk gerakan berkesadaran penuh yang kini sedang marak di sekolah-sekolah di Victoria, Australia.

Para siswa Sekolah Dasar Warranwood, Victoria, Australia, melakukan relaksasi dan meditasi untuk kesadaran penuhi.
Para siswa Sekolah Dasar Warranwood, Victoria, Australia, melakukan relaksasi dan meditasi untuk kesadaran penuhi. Foto: Herald Sun/Josie Hayden

Para pekerja kesejahteraan sosial semakin umum ditemukan saat sekolah-sekolah memadukan kesehatan mental ke dalam pembelajaran untuk meningkatkan kesejahteraan, peringkat, dan keterampilan sosial para siswa.

Para kepala sekolah mengatakan bahwa meditasi menjadi hal yang lebih penting dari sebelumnya ketika pikiran anak-anak menjadi penuh sesak dengan teknologi.

“Dua puluh tahun yang lalu, ketika anak-anak berjalan ke sekolah mereka akan melihat ke sekeliling dan berhenti untuk melihat anjing, atau waspada terhadap genangan air,” kata Shane Harrop asisten kepala Sekolah Dasar Warranwood, seperti yang dilansir Herald Sun, Minggu (31/7/2016).

“Sekarang mereka terhubung dan menerima beberapa masukan dari berbagai sumber di ponsel mereka seperti berita. Ruang kepala mereka bisa begitu kacau dan penuh.”

“Kami mencoba membuat anak-anak untuk menjadi sadar terhadap betapa banyaknya pemikiran yang mereka miliki sekarang, dan berapa banyak info yang mereka sedang olah.”

Para siswa melakukan meditasi dua sampai tiga kali sehari selama lima menit, tergantung pada usia mereka, dan diajarkan keterampilan sosial yang positif serta berkesadaran penuh sebagai bagian dari program tersebut.

Para siswa yang lebih muda diajarkan untuk fokus pada pernapasan dan bersantai seperti yang ada dalam meditasi Smiling Mind, sementara anak-anak yang lebih tua mendengarkan pesan yang lebih kompleks.

Meditasi Smiling Mind (Pikiran yang Tersenyum) merupakan meditasi modern berbasiskan meditasi kesadaran penuh yang berkembang di Australia. Salah satu teknik dari meditasi ini adalah dengan memperhatikan napas atau pun sensasi yang terjadi pada pancaindra.

Sekolah tersebut mengadakan penggalang dana untuk membiayai koordinator kesejahteraan sosial mereka, yang berbagi dengan Sekolah Dasar Croydon Hills.

“Kami menemukan meditasi itu bekerja secara luar biasa baiknya, dan waktu belajar jadi lebih produktif,” katanya.

“Dengan pendahuluan, hal itu dapat membantu mereka duduk tenang lebih cepat ketika mereka datang dari makan siang atau istirahat.”

Melbourne Girls Grammar, sebuah sekolah khusus perempuan, baru-baru ini mengiklankan diri bahwa seorang Pelatih Kesejahteraan (Wellbeing Coach) menjadi bagian dari program tahunan kelas seniornya untuk memantau target siswa, “tingkat keterhubungan” mereka dengan masyarakat dan membantu mengembangkan keterampilan dan strategi untuk berhadapan dengan situasi-situasi yang menantang.

Di antara mereka yang berada di garis depan mengenai masalah filsafatnya adalah Profesor Lea Waters dari Sekolah Pascasarjana Pendidikan Melbourne Universitas Melbourne.

“Sekolah yang mengadopsi program kesejahteraan dan kesadaran penuh semakin banyak setelah melihat bukti bagaimana program ini mendukung pembelajaran akademik, dinamika kelas dan kepercayaan diri para siswa,” kata Prof. Waters, yang juga kepala Centre for Positive Psychology (Pusat Psikologi Positif).

“Di dalam sebuah waktu di mana tingkat stres kaum muda sedang meningkat, kebutuhan untuk mengajarkan para siswa secara langsung bagaimana mengelola stres dan merasa nyaman adalah yang terpenting. Sekolah memainkan peran penting dalam mengajar kesadaran penuh,” jelasnya.

Meditasi kesadaran penuh sendiri merupakan salah satu teknik meditasi yang sudah dikenal dalam Agama Buddha sejak ribuan tahun yang lalu. Istilah lain dalam bahasa Pali untuk kesadaran penuh adalah sati dan dalam bahasa Sanskerta adalah smṛti.[Bhagavant, 2/8/16, Sum]

Kata kunci: