Indonesia » Sains

Bulan Biru dan Oposisi Mars Fenomena Langka di Hari Vesak 2560

Kamis, 19 Mei 2016

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Bulan Biru (blue moon) dan oposisi planet Mars menjadi fenomena yang akan menghiasi langit di Hari Vesak 2560 EB/2016 yang jatuh pada Minggu, 22 Mei 2016.

Bulan Purnama
Bulan Purnama

Dua fenomena yang langka yang tidak terjadi setiap bulan bahkan tidak dalam setahun tersebut mungkin menjadi hal yang menarik bagi penggemar astronomi.

Bulan Biru
Fenomena langit yang pertama adalah fenomena Bulan Biru. Meskipun disebut dengan Bulan Biru atau Blue Moon, fenomena alam ini bukanlah fenomena perubahan warna Bulan menjadi berwarna biru.

Fenomena Bulan Biru adalah kemunculan tambahan dari Bulan Purnama yang tidak sesuai dengan kalender lunar. Seperti yang dilansir Mirror, Rabu (18/5/2016), fenomena ini dapat terjadi dalam dua pengertian yang berbeda: Pertama, saat kemunculan Bulan Purnama untuk kedua kalinya dalam 1 bulan kalender yang sama – fenomena ini terakhir terjadi bulan Juli 2015.

Kedua, saat kemunculan Bulan Purnama untuk keempat kalinya dalam 1 musim. Biasanya dalam 1 musim Bulan Purnama muncul sebanyak 3 kali. Fenomena Bulan Biru yang terjadi pada Hari Vesak 2560 EB/2016 (Minggu, 22 Mei 2016 di Indonesia atau Sabtu, 21 Mei 2016 di Amerika Serikat) adalah dalam pengertian yang kedua ini, dan fenomena ini terakhir muncul pada 2013 dan baru akan muncul lagi pada tahun 2019.

Bulan Purnama yang akan muncul di Hari Vesak kali ini akan tampak lebih kecil dari biasanya karena Bulan baru saja meninggalkan titik terjauhnya dari Bumi. Menurut situs Time and Date, Bulan Purnama akan terbit di Indonesia pada Sabtu (21/5/2016) pukul 17.27 WIB, mencapai puncaknya pada Minggu (22/5/2016) pukul 04.14.06 WIB (detik-detik Vesak), dan terbenam pada Minggu (22/5/2016) pukul 06.04 WIB.

Oposisi Mars

Fenomena langit kedua adalah oposisi planet Mars, yaitu saat posisi Bumi berada di antara planet Mars dan Matahari dalam posisi sejajar. Dengan kata lain Mars berada dalam posisi berseberangan (oposisi) dengan matahari dan berada dekat dengan Bumi. Dan ini hanya terjadi setiap sekitar 2 tahun sekali.

Ilustrasi oposisi Mars.
Ilustrasi oposisi Mars. Bumi berada di antara Matahari (warna merah) dan Mars (kanan atas). Sumber: mars.nasa.gov

Posisi berseberangan dengan Matahari dan dekatnya dengan Bumi membuat planet Mars akan terlihat membesar dan sangat terang pada malam hari. Planet Merah tersebut sebenarnya sudah bisa diamati sejak Januari 2016, posisinya berada di langit Timur. Tapi tentu saja dengan mata telanjang Mars hanya akan terlihat seperti bintang kecil berwarna oranye. Bercahaya dengan cahaya yang tidak berkelap-kelip, inilah yang membedakan Mars dengan bintang sungguhan.

Yang paling terang kekuningan adalah Mars bersama dengan Saturnus dan Antares membentuk pola segitiga
Yang paling terang kekuningan adalah Mars bersama dengan Saturnus dan Antares membentuk pola segitiga. Foto: earthsky.org – fuerteshoot.com

Berdasarkan situs Info Astronomy, pada saat oposisi Mars pada Hari Vesak 22 Mei 2016, Mars akan bersinar sekitar 7 kali lebih cemerlang daripada Saturnus, dan 17 kali lebih cemerlang daripada bintang merah Antares. Hal tersebut memudahkan untuk menemukan Mars di langit. Mars akan terbit pukul 19.22 WIB dan bisa dinikmati sampai fajar menyingsing.

Selain melakukan oposisi, Mars juga akan membentuk formasi segitiga di langit bersama planet Saturnus dan bintang paling terang di rasi bintang Skorpio, yaitu Antares.[Bhagavant, 19/5/16, Sum]

Kata kunci: , ,