Indonesia » Seremonial

Jokowi Beri Sambutan pada Waisak 2559 EB di Borobudur

Rabu, 3 Juni 2015

Bhagavant.com,
Jawa Tengah, Indonesia – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi menghadiri perayaan Dharmasanti Waisak 2559 EB/2015 di Taman Lumbini, pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Selasa (2/5/2015).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kata sambutan dalam Perayaan Dharmasanti Waisak 2559 EB/2015 di pelataran Candi Borobudur, Selasa (2/6/2015).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kata sambutan dalam Perayaan Dharmasanti Waisak 2559 EB/2015 di pelataran Candi Borobudur, Selasa (2/6/2015). Foto: Sekretariat Kabinet RI

Bersama dengan Ibu Negara Iriana dan didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Presiden Jokowi hadir pada pukul 19.00 WIB. Dan acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Mengawali kata sambutannya pada Dharmasanti Waisak, Presiden Jokowi menyampaikan salam hormat dan selamat merayakan Hari Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia.

“Selamat merayakan Hari Suci Waisak, hari yang disucikan dan dimuliakan oleh seluruh umat Buddha di dunia. Semoga perayaan Hari Suci Waisak tahun ini dapat membawa ketentraman, kebahagiaan, dan kedamaian, tidak saja bagi umat Budha tetapi juga bagi umat manusia seluruhnya,” kata Presiden.

Berkaitan dengan gerakan revolusi mental yang ia canangkan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa revolusi mental merupakan tanggung jawab masing-masing pribadi.

“Perubahan masyarakat harus mulai dari diri sendiri, revolusi mental tanggung jawab masing-masing,” kata Presiden Jokowi

Menurut Presiden Jokowi, nilai-nilai ajaran Buddha penting dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. “Membangun masyarakat seperti itu perlu perjuangan sebagaimana dicontohkan Buddha Gautama,” katanya.

PAda akhir sambutannya, Presiden mengajak umat Buddhis agar menjadikan peringatan Waisak (Vesak), sebagai momentum membangun nilai luhur bangsa, dan menjaga sesanti atau wejangan yang tertuang di dalam Kitab Sutasoma yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya mengajak umat Buddha di seluruh tanah air untuk menjadikan peringatan Hari Suci Waisak tahun ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa dan bersama semua anak bangsa untuk tetap menjaga sesanti yang ditulis dalam kitab Sutasoma, Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa,” kata Presiden Jokowi seperti yang dikutip dari Desk Informasi Sekretariat Kabinet RI, Rabu (3/6/2015).

Dharmasanti Waisak 2559 EB/2015 yang dihadiri oleh Presiden tersebut merupakan salah satu acara dalam rangkaian perayaan peringatan Hari Vesak yang diselenggarakan oleh WALUBI dan mengangkat tema: “Kembangkan Benih Kebuddhaan dalam diri masing–masing” dengan Sub Tema : “Sucikan Pikiran Manusia Agar Dunia dan Alam Menjadi Harmonis”.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Candi Borobudur didahului dengan kegiatan bakti sosial seperti donor darah dan membersihkan Taman Makam Pahlawan pada 16 dan 17 Mei.

Pada 31 Mei umat Buddhis mengadakan prosesi pindapata dan pengambilan air dari Umbul Jumprit, di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Tahun ini prosesi pengambilan air tidak bersamaan dengan pengambilan api di Mrapen, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan yang dilakukan pada keesokan harinya, 1 Juni 2015. Namun keduanya tetap disemayamkan di Candi Mendut.

Pada pagi hari 2 Juni, umat Buddhis melaksanakan puja bakti di masing-masing tenda sesuai dengan tradisi yang mereka anut. Kemudian melakukan kirab membawa simbol-simbol Buddhis dan relik menuju Candi Borobudur pada siang harinya hingga menjelang Dharmasanti Waisak.

Setelah Presiden Jokowi meninggalkan tempat acara, umat Buddhis melanjutkan kegiatan menyambut detik-detik Waisak pukul 23.18.43 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Rangkaian perayaan peringatan Hari Waisak 2559 EB/2015 di Candi Borobudur ditutup dengan kegiatan pelepasan 1.000 buah lampion pada Rabu (3/6/2015) sekitar pukul 02.15 WIB dan berakhir pada sekitar pukul 03.00 WIB.[Bhagavant, 3/6/15, Sum]

Kata kunci: , ,