Thailand » Tradisi dan Budaya

Buddhis Thailand Rayakan Tahun Baru Songkran 2015

Kamis, 16 April 2015

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Masyarakat umum dan umat Buddhis Thailand merayakan Tahun Baru Songkran 2015 dengan berbagai kegiatan yang dimulai pada 13 April dan berakhir pada 15 April 2015.

Memercikan air sebagai salah satu tradisi di perayaan Tahun Baru Songkran
Memercikan air sebagai salah satu tradisi di perayaan Tahun Baru Songkran. Foto: result2015.net

Perayaan Tahun Baru Songkran (Sankserta: Saṃkrānti) merupakan perayaan tahunan menyambut tahun baru tradisional berdasarkan kalender atau penanggalan Thailand yang ditandai dengan pergerakan matahari yang singgah di rasi bintang Aries. Secara umum, tahun baru ini sama dengan tahun baru Imlek yang dirayakan oleh etnis Tionghoa dan bukan merupakan perayaan hari besar Agama Buddha.

Pada perayaan Tahun Baru Songkran, masyarakat Thailand terutama umat Buddhis melakukan berbagai kegiatan seperti mengunjungi vihara dan melakukan puja bakti, melaksanakan delapan sila, memberikan dan dana kepada para bhikkhu, parade dan yang ditunggu-tunggu adalah Festival Air.

Umat Buddhis memercikan air ke rupaka Buddha sebagai penghormatan di perayaan Tahun Baru Songkran.
Umat Buddhis memercikan air ke rupaka Buddha sebagai penghormatan di perayaan Tahun Baru Songkran. Foto asia-backpackers.com

Masyarakat umum dan umat Buddhis Thailand serta para wisatawan berbaur di berbagai jalan di kota-kota besar di Thailand untuk mengikuti Festival Air dalam perayaan Tahun Baru Songkran, yaitu sebuah festival tradisi penyiraman air kepada orang-orang yang ada di sekitar mereka.

Asal mula tradisi penyiraman air pada Festival Air Tahun Baru Songkran ini adalah dari hal yang sederhana yaitu upaya mendinginkan tubuh dengan air agar kembali segar dari udara panas saat Tahun Baru yang memang jatuh pada hari-hari terpanas di Asia Tanggara dan tradisi bersih-bersih pada Tahun Baru.

Menuangkan air ke tangan orang yang lebih tua di perayaan Tahun Baru Songkran sebagai bentuk penghormatan.
Para siswa nenuangkan air ke tangan para guru di perayaan Tahun Baru Songkran sebagai bentuk penghormatan. Foto: swp.in.th

Tradisi ini kemudian berkembang dengan disisipkan kepercayaan yang mempercayai bahwa dengan melakukan penyiraman air kepada orang lain maka akan memberikan keberuntungan. Dan keberadaan Agama Buddha kemudian memberikan makna-makna religius dari air yang dipergunakan sebagai simbol kemurnian dan kedamaian. Untuk itu pada perayaan Tahun Baru ini, umat Buddha juga menyiramkan air atau memandikan rupaka Buddha, menuangkan atau menyiramkan ke tangan orang tua dan para bhikkhu sebagai penghormatan.

Kemudian tradisi tersebut berkembang lebih jauh menjadi tradisi “Perang Air” yang memungkinkan masyarakat untuk saling menyemprotkan air kepada yang lain. Dan terlepas dari kontroversinya, kini Festival Air Tahun Baru Songkran menjadi salah satu festival terbesar di Thailand dan menjadi salah satu tujuan wisata dari negara “Gajah Putih” tersebut.

Karena penggunaan penanggalan atau kalender yang sama oleh berbagai daerah di luar Thailand, maka Tahun Baru Songkran pun tidak hanya dirayakan di Thailand. Beberapa daerah di luar Thailand yang juga merayakan Tahun Baru Songkran yaitu seperti di Arunachal Pradesh dan Assam yang berada di timur laut India yang menyebut perayaan tersebut dengan nama Sangken, di Birma (Myanmar) disebut dengan Thingyan, di Kamboja disebut dengan Chaul Chnam Thmey, dan di Laos disebut dengan Pii Mai. Selamat Tahun Baru Songkran 2015![Bhagavant, 16/4/15, Sum]

Kata kunci: ,