Indonesia » Seremonial

4 dan 1 Hal Ini yang Membuat Hari Magha Puja Istimewa

Jumat, 6 Maret 2015

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Setiap pada hari bulan purnama di sekitar bulan Februari atau Maret, umat Buddha seluruh dunia khususnya di Asia Tenggara, merayakan peringatan Hari Magha Puja. Nama dari perayaan ini diambil dari nama bulan dalam penanggalan India kuno, yaitu bulan Māgha, yang merupakan bulan kesebelas dalam penanggalan tersebut. Tahun 2015 ini, di Indonesia, Hari Magha Puja diperingati pada 6 Maret 2015.

Sri Buddha membabarkan Ovada Patimokkha di Hari Magha Puja.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh umat Buddha dalam hari peringatan tersebut dari pergi ke vihara untuk melakukan puja bakti hingga melakukan berbagai kebajikan seperti melaksanakan sila (kemoralan).

Lalu apa yang membuat Hari Magha Puja menjadi istimewa dan unik dari hari-hari yang lain? Hari Magha Puja menjadi istimewa dan unik karena adanya 4 dan 1 hal berupa peristiwa yang terjadi pada masa kehidupan Sri Buddha.

Berikut 4 hal yang membuat Hari Magha Puja menjadi begitu istimewa dan unik.

1. Para Arahant
Pada saat itu sebanyak 1250 orang Arahant (orang yang mencapai tingkat kesempurnaan batin tertinggi) tanpa diundang, berkumpul untuk menemui Sri Buddha di Vihara Veluvana (Hutan Bambu), di Rajagaha, Magadha.

2. Ehi Bhikkhu
Kelompok Arahant tersebut merupakan siswa Sri Buddha yang ditahbiskan sendiri oleh Sri Buddha dengan penahbisan (upasampada) dengan perkataan mengundang: “Ehi, Bhikkhu” (“Kemarilah, Bhikkhu”).

3. Nasihat Menuju Pembebasan
Pada kesempatan tersebut Sri Buddha membabarkan Nasihat Menuju Pembebasan (Pali: Ovāda Pāṭimokkha; Sanskerta: Avavāda Prātimokṣa) yang isinya merupakan prinsip-prinsip ajaran para Buddha. Nasihat ini sama seperti yang tercantum dalam Dhammapada 183, 184, dan 185.

4. Bulan Purnama
Keseluruhan peristiwa tersebut terjadi di hari yang sama pada hari bulan purnama di bulan Magha setelah masa vassa (retret musim hujan) yang pertama.

Keempat hal yang telah terjadi itulah yang menjadikan hari bulan purnama di bulan Magha menjadi istimewa dan menjadi alasan utama umat Buddha memperingatinya.

Tiga Bulan Sebelum Vesak
Namun terlepas dari 4 hal di atas, ada 1 hal lainnya lagi yang juga menjadikan hari bulan purnama di bulan Magha tersebut patut diperingati, yaitu peristiwa saat Sri Buddha memutuskan untuk wafat secara mutlak atau disebut dengan parinibbana setelah 3 bulan dari keputusan-Nya tersebut. Peristiwa tersebut terjadi saat Sri Buddha berada di Cetiya Capala di Vesali, Vajji, dan tercatat dalam Mahaparinibbana Sutta (Digha Nikaya 16). Dan sesuai dengan penanggalan, 3 bulan setelah bulan Magha adalah bulan Vesākha (Vesak) yaitu bulan yang sekarang diperingati dan dirayakan oleh umat Buddha sebagai hari Trisuci yang salah satu di antaranya yaitu memperingati parinibbana Sri Buddha.[Bhagavant, 6/3/15, Sum]

Kata kunci: