Asia Tenggara » Thailand

Sangharaja Mangkat, Thailand Berkabung Nasional 30 Hari

Jumat, 25 Oktober 2013

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Thailand melaksanakan hari berkabung nasional selama 30 hari untuk menghormati mendiang Sangharaja Thailand Ke-19, Yang Mulia Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera (Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana).

Sangharaja Thailand, Yang Mulia Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera, sebelum usia 100 tahun. Foto: undv.org
Sangharaja Thailand, Yang Mulia Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera, sebelum usia 100 tahun. Foto: undv.org

Masa berkabung nasional tersebut telah diperpanjang dari yang sebelumnya selama 15 hari. Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra pada Jumat (25/10) mengumumkan perpanjangan waktu berkabung nasional tersebut sesuai dengan perpanjangan waktu bagi hari berkabung kerajaan yang diumumkan oleh Badan Rumah Tangga Kerajaan.

Bendera nasional Thailand akan dikibarkan setengah tiang selama tiga hari untuk menghormati mendiang Sangharaja. Kantor Perdana Menteri bertanggung jawab untuk mengatur upacara kemangkatan. Seperti yang dilaporkan oleh Bangkok Post, Jumat (25/10).

Jenderal Polisi Adul Saengsingkaew, kepala polisi nasional Thailand meminta tempat-tempat hiburan di negara gajah putih tersebut untuk menahan diri dari mengadakan acara maupun pertunjukkan hura-hura selama 15 hari, dari 25 Oktober hingga 8 November 2013, untuk berkabung atas mangkatnya Sangharaja.

Wipada Chandtalue, seorang wanita 55 tahun yang menghadiri upacara kerajaan pembasuhan tangan mengatakan ia sangat merasa haru karena kemangkatan Sangharaja merupakan kehilangan besar bagi Buddhis Thailand.

Meskipun beliau telah wafat, Saya menginginkan masyarakat Thailand untuk belajar dan menerapkan ajaran beliau,” kata Wipada.

Chartchai Fanpirom, pria berusia 44 tahun, mengatakan ia meninggalkan rumahnya di Khon Kaen untuk mengambil bagian dalam upacara kerajaan pembasuhan tangan pada Jumat pagi.

”Saya sedih atas kehilangan Sangharaja karena saya berkeyakinan padanya. Segala sesuatu yang beliau ajarkan dapat digunakan dalam kehiduapan keseharian kita,” katanya.

Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera, Sangharaja Thailand Ke-19, mangkat karena infeksi pada pembuluh darahnya di Rumah Sakit Chulalongkorn pada Kamis (24/10) pukul 19.30 WIB, pada usia ke-100 tahun 21 hari.

Jasad beliau dipindahkan dari rumah sakit ke Gedung Manusayanak Witthayatharn di Vihara Bovoranives (Wat Bowonniwet Vihara Rajavaravihara), Bangkok, Thailand, dalam sebuah prosesi pada Jumat siang.

Ribuan pelayat mengantri di rumah sakit hingga sepanjang 300 meter untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jasad beliau dibawa ke Vihara Bovoranives pada pukul 13.00 WIB.

Banyak masyarakat yang juga menunggu di sepanjang jalan saat prosesi perjalanan menuju Vihara Bovoranives di mana ribuan orang berkumpul untuk melakukan upacara kerajaan pembasuhan tangan.

Seluruh propinsi di Thailand juga mengadakan puja bakti bagi mendiang Sangharaja. Di Kanchanaburi, di mana Somdet Phra Nyanasamvara dilahirkan pada 3 Oktober 1913, Phra Ratcrattanawimol, ketua para bhikkhu tingkat provinsi mengatakan bahwa puja bakti pelantunan parita selama tujuh hari yang dilaksanakan untuk mendiang Sangharaja akan melibatkan 1.199 bhikkhu dari seluruh 13 distrik.

Provinsi Ayutthaya mengadakan puja bakti pelantunan paritta yang utama di Vihara Phra Phananchoeng (Wat Phra Phananchoeng) di distrik Nakhon Si Ayutthaya dan Wakil Gubernur Propinsi Sakhon Nakhon, Boonsong Techamanesit, mengatakan bahwa provinsi tersebut mengadakan puja bakti di Vihara Sutthawas bagi para bhikkhu dan umat untuk memberikan penghormatan di depan potret Somdet Phra Nyanasamvara.

Vihara Khien Khet di distrik Thanya Buri, Provinsi Pathum Thani, merupakan tempat utama bagi puja bakti pelantunan paritta untuk mendiang Sangharaja Thailand. Pelantunan paritta juga dilaksanakan di berbagai vihara lainnya.[Bhagavant, BP, 25/10/13, Sum]

Kata kunci: