Korea Selatan

Forum Internasional Tentang Teks Buddhis Kuno di Seoul

Selasa, 3 September 2013

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Sebuah konferensi internasional diadakan pada minggu ini di Seoul untuk mendiskusikan dan mempromosikan nilai-nilai sejarah dari Tripitaka Korea (Tripitaka Koreana), yang merupakan salah satu kepustakaan Buddhis tertua di dunia.

Tripitaka Korea, koleksi teks-teks Buddhis dalam blok-blok cetak kayu. Foto: wikipedia.org
Tripitaka Korea, koleksi teks-teks Buddhis dalam blok-blok cetak kayu. Foto: wikipedia.org

Forum tersebut diselenggarakan pada Selasa 3 September 2013 dan diatur sebagai acara pendahuluan untuk sebuah festival Tripitaka global yang diselenggarakan pada bulan depan, yang akan mempertemukan semua para cendekiawan dan pakar dari Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan di Plaza Hotel di pusat kota Seoul untuk mengeksplorasi pesan dan struktur kanon Buddhis yang berusia 750 tahun tersebut, demikian kata panitia penyelanggara deperti yang dilaporkan oleh Yonhap News Agency, Kamis 29 Agustus 2013.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tiga minggu menjelang Festival Tripitaka Korea 2013 yang akan diselenggarakan di Hapcheon, Provinsi Gyeongsang Selatan, 354 kilometer di tenggara Seoul, mulai 27 September hingga 10 November dalam rangka untuk merayakan pembuatan kitab bersejarah tersebut.

Tripitaka Korea adalah sebuah kumpulan ajaran dan peraturan Buddhis yang diukir pada lebih dari 80.000 blok cetak kayu, yang dibuat pada abad ke-13. Tripitaka Korea dianggap sebagai kumpulan kitab Buddhis yang paling komprehensif yang ditemukan hingga saat ini, dan Vihara Haein di mana kitab-kitab tersebut disimpan merupakan sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.

Para pembicara di konfernsi tersebut termasuk Lewis Lancaster, seorang profesor Studi Asia Timur dari Universitas California Berkeley, dan Robert Buswell, seorang profesor Studi Buddhis Korea dan China dari Universitas Ccalifornia Los Angeles, yang presentasinya akan diikuti dengan diskusi panel.

Sebuah pameran foto dan sesi interaktif juga akan berlangsung di sela-sela festival tersebut, demikian kata penyelenggara.

Festival Tripitaka Korea pertama kali diadakan pada tahun 2011 untuk merayakan ulang tahun milenium dari pembuatan kitab tersebut. Sekitar 2,2 juta wisatawan mengunjungi acara yang berlangsung selama 45 hari tersebut.

Festival tahun ini akan memberikan jangkauan yang lebih luas pada pameran dan sesi interaktif. Lima ruang pameran, masing-masing dengan tema yang berbeda, akan menampilkan program sejarah, budaya dan hiburan tentang berbagai topik yang berkaitan dengan Tripitaka.

”Festival Tripitaka Korea mendapatkan perhatian sebagai konten budaya tradisional dan aset ikonik di abad ke-21,” kata Hong Joon-Pyo, gubernur Provinsi Gyeongsang Selatan. ”Kami berencana untuk mempersiapkan dan mengatur festival tersebut dengan tujuan untuk mempromosikan sebuah pertemuan harmonis dan solidaritas umat manusia melalui kebijaksanaan dan harmoni.”[Bhagavant, Yhp N, 3/9/13, Sum]

Kata kunci: