Vihara Mahabodhi Kembali Dibuka Setelah Ledakan Bom

Vihara Mahabodhi, Bodh GayaBhagavant.com,
Bodh Gaya, India – Vihara Mahabodhi di India ditetapkan untuk kembali dibuka untuk umum pada Senin (8/7) pukul 17.00 waktu setempat setelah diadakan sebuah puja bakti khusus, seperti yang dilaporkan oleh IBNLive. Vihara tersebut diguncang serangkaian ledakan bom berkekuatan rendah pada Minggu pagi dan melukai dua orang bhikkhu peziarah.

Sebelumnya pada hari itu, tim forensik Penjaga Keamanan Nasional India (NSG), menyerahkan laporan akhirnya kepada menteri dalam negeri mengenai ledakan yang menguncang Vihara Mahabodhi di Bodh Gaya, di Bihar pada Minggu (7/7).

Satu Tersangka Ditangkap

Seorang petugas keamanan di lokasi ledakan pertama di Vihara Mahabodhi, Bodh Gaya, India. Sebelah kiri adalah pagar yang mengelilingi Pohon Bodhi. Foto: IBNLive

Seorang petugas keamanan di lokasi ledakan pertama di Vihara Mahabodhi, Bodh Gaya, India. Sebelah kiri adalah pagar yang mengelilingi Pohon Bodhi. Foto: IBNLive

Seperti yang dilansir One India News, Senin (8/7), seorang anggota kelompok Mujahidin India, Anwar Hussain Mallik, menjadi tersangka atas serangkaian ledakan bom di Bodh Gaya di Bihar tersebut. Ia ditangkap di distrik Nadia negara bagian Benggala Barat yang berbatasan dengan Bangladesh.

Saat penangkapan ia membawa uang palsu sejumlah 1,9 lakh rupee India (+/- 30 juta rupiah). Sumber mengatakan bahwa ia juga telah memasok bahan peledak untuk ledakan di sebuah toko roti Jerman (German Bakery) di Pune pada tahun 2010 yang menewaskan 17 orang.

Untuk 14 hari ke depan ia ditahan oleh pihak kepolisian dan diinterogasi hari ini untuk mencari petunjuk atas insiden tersebut. Sementara dua sketsa wajah tersangka pelaku yang terlibat dalam aksi teroris tersebut telah diedarkan oleh pihak kepolisian pada kemarin hari.

Kementerian Dalam Negeri India telah memasukan kelompok Mujahidin India ke dalam daftar sebagai salah satu kelompok organisasi teroris.

Sembilan Ledakan

Ledakan pertama mengguncang kedamaian vihara yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO pada Minggu sekitar pukul 5.30 pagi, persis di sebelah Pohon Bodhi dan Vajrasana. Kemudian diikuti oleh 8 rangkaian ledakan lainnya.

Secara keseluruhan, empat ledakan terjadi di dalam lokasi vihara, tiga terjadi di luar Vihara Tergar (Vihara Karmapa Ke-17), satu meledak di dekat rupaka Buddha Besar setinggi 80 kaki di Vihara Daijokyo, dan satu di bawah bus pariwisata yang sedang pakir.

Para pakar mengatakan bahwa kerusakan dan korban yang timbulkan akibat ledakan tersebut tidak besar karena terjadi pada bulan yang sepi peziarah. Meskipun demikian dua orang bhikkhu (satu dari Birma) terluka dan dikabarkan bertambah satu orang peziarah terluka.

Anak tangga menuju Pohon Bodhi rusak karena ledakan. Foto IBNLive

Anak tangga menuju Pohon Bodhi rusak karena ledakan. Foto IBNLive

Pohon Bodhi dan bangunan Vihara Mahabodhi tidak mengalami kerusakan yang berarti, hanya anak tangga menuju Pohon Bodhi yang mengalami kerusakan. Kerusakan justru terjadi di bangunan dari vihara lain yang menyimpan buku-buku.

Badan Intelijen Nasional (NIA) India dan NSD sedang menyelidiki lokasi ledakan tersebut untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Lemahnya Sistem Keamanan

Meskipun intensitas ledakan tidak tinggi, telah memunculkan keraguan yang serius mengenai sistem keamanan di India, khususnya di Vihara Mahabodhi.

Hanya seminggu yang lalu, Vihara Mahabodhi mendapatkan peringatan akan adanya kemungkinan serangan tersebut. Meskipun keamanan telah ditingkatkan, namun para staf vihara mengatakan bahwa keamanan terkonsentrasikan hanya di pinggir lokasi vihara.

Banyak pihak yang mengkritisi pemerintah Bihar akan lemahnya pengamanan dan tidak digubrisnya peringatan dari badan intelijen yang telah memperingati kemungkinan adanya serangan teroris terhadap situs-situs Buddhis di India sejak 1 tahun belakangan ini.[Bhagavant, 8/7/13, Sum]