Amerika Utara » Asia Tenggara » Birma » Solidaritas Buddhis » Thailand

Protes Atas Kekerasan Terhadap Buddhis di Bangladesh

Sabtu, 6 Oktober 2012

Gerakan BuddhisBhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Sekitar 300 bhikkhu melakukan unjuk rasa di ibukota Thailand, Bangkok, pada Rabu, menentang penyerangan segerombol massa Muslim aliran keras baru-baru ini yang menyerang beberapa vihara dan rumah-rumah di Bangladesh.

Seperti yang dilansir oleh CNA, 4/10, dengan memegang spanduk bertulisan “No More Violence We Want Peace” (Jangan Ada Lagi Kekerasan Kami Ingin Kedamaian) dan “Stop Muslim Terrorism on Bangladesh Buddhist” (Stop Terorisme Muslim terhadap Buddhis Bangladesh), para bhikku dari Bangladesh, Birma, Vietnam dan Thailand berkumpul di luar kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyerukan sebuah penyelidikan terhadap kerusuhan tersebut.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun, tapi kami ingin kejadian yang barbar ini dihentikan karena sekarang sepanjang waktu umat Buddhis harus mencari perlindungan kepada polisi,” demikian kata Kanraya Tasanasarit, salah satu penyelenggara kegiatan tersebut, kepada AFP yang dikutip CNA.

Protes atas kekerasan terhadap umat Buddhis di Bangladesh juga dilakukan oleh sekitar lebih dari 100 orang bhikkhu Birma (Myanmar) di depan Kedutaan Besar Bangladesh pada Jumat, 5/10, Straitstimes melaporkan.

Selain itu protes juga datang dari Komunitas Buddhis Amerika Utara di New York. Bergabung dengan Dewan Persatuan Hindu Buddhis Kristen Bangladesh (Hindu Buddhist Christian Unity Council) di Amerika Serikat, Mandir Hindu Bangladesh di New York, Parisada Puja Udjapon Sarbojanin – INC, Puja Samity Bangladesh – NY, Dewan Jumma Amerika –NY, dan organisasi hak asasi lainnya melakukan protes damai di depan gedung PBB di 47th Street & First Ave, New York, Amerika Serikat pada Jumat.

Selain memprotes peristiwa yang baru terjadi, mereka juga memprotes diskriminasi dan kekerasan yang kerap terjadi menimpa kaum minoritas di Bangladesh khususnya etnis Jumma di kawasan Chittagong Hill Tracts yang diklaim dilakukan oleh pemerintah dan militer Bangladesh.[Bhagavant, 6/10/12, Sum]

Kata kunci: