Asia Oseania » Asia Timur » Pendidikan » Seni dan Budaya » Tiongkok » Tradisi dan Budaya

China, India Adakan Konferensi Buddhisme

Jumat, 24 Juni 2011

Buddhisme di ChinaBhagavant.com,
Beijing, China – Sebuah konferensi regional antara India dan China mengenai pengaruh Buddhisme di negara-negara Asia diadakan di Beijing, China pada 18-20 Juni yang lalu.

Diorganisir oleh kedutaan besar India untuk China bekerja sama dengan Dewan Hubungan Budaya dan Pusat Studi India Universitas Peking, konferensi regional dalam bentuk seminar akademis tersebut merupakan usaha kedua negara dalam menemukan kembali ikatan kedekatan budaya dan agama yang berabad-abad lamanya.

Pada upacara pembukaan, Duta Besar India untuk China, Dr. S. Jaishankar; Ketua Kementerian Bihar, Nitish Kumar; Wakil Presiden Asosiasi Buddhis China, Bhiksu Xue Cheng; dan juga beberapa profesor dari Universitas Peking menyampaikan pidatonya masing-masing.

Dalam pidatonya, Ketua Kementerian Bihar, Nitish Kumar mengatakan, “Buddhisme mendefinisikan Asia sebagai sebuah wilayah yang unik. Melalui sejarahnya yang panjang, Buddhisme telah menjadi yang paling diperhitungkan, paling toleran dan jalan hidup yang paling akomodatif (dapat menyesuaikan diri – red) saat ia datang untuk membina keragaman, solidaritas dan kesatuan di seluruh Asia.”

“Hal ini tersirat dalam bentuk-bentuk arsitektur Buddhis. Kisah-kisah yang disampaikan oleh Sang Buddha telah direplikasikan ke dalam kesenian dan patung di seluruh Asia, “ katanya seperti yang dilansir oleh PTI (Press Trust of India) 18/6.

Konferensi selama dua hari ini mengambil tema “Buddhisme: Pemetaan Sejarah dan Budaya Asia” dan dihadiri oleh para pakar dari India, China, Jepang, Mongolia, Birma, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Thailand dan Vietnam.

Menyebutkan kontribusi wilayah Bihar bagi Buddhisme, Kumar mengatakan bahwa Bihar dapat disebut sebagai tempat lahirnya Buddhisme.

“Istilah “Bihar” sendiri berasal dari kata Sanskerta “Vihara”, yang memiliki hubungan dengan vihara-vihara Buddhis,” demikian katanya.

Mengenai menghidupkan kembali universitas terkemuka dari empat abad yang lalu, Universitas Nalanda, yang mengkhususkan diri pada studi-studi Buddhis, ia mengatakan bahwa universitas tersebut mewakili tradisi terbaik dari aktivitas akademis.

“Para cendekiawan dari Universitas Nalanda, seperti Bodhidharma membawa Buddhisme ke bagian lain dari dunia termasuk ke China, Korea dan Jepang. Peziarah asal China, Xuanzang telah meninggalkan catatan rinci mengenai Nalanda,” kata Kumar.

Ia mengatakan bahwa pemerintahnya telah secara penuh berkomitmen untuk mendirikan Universitas Nalanda Internasional.

“Pemerintah India sedang membuat ketentuan-ketentuan anggaran bagi universitas tersebut. Meskipun universitas tersebut didirikan di Bihar, ia akan memiliki sebuah status internasional,” ia menambahkan bahwa kelompok mentor Nalanda termasuk para pakar dari Singapura, China dan Jepang.

Banyak negara termasuk China menunjukkan minatnya dalam pembiayaan pembangunan universitas tersebut. China telah mengumumkan kontribusinya sebesar satu juta dolar Amerika Serikat untuk proyek tersebut.

Sedangkan dalam pidatonya, Deputi Direktur Jenderal Dewan Hubungan Kebudayaan India, Yogeswar Verma, yang mensponsori konferensi tersebut, mengatakan, “Buddhisme mendefinisikan Asia, dan saat kita membicarakan Asia, India dan China merupakan dua peradaban kehidupan yang paling kuno dengan kekayaan warisan budayanya, dimana Buddhisme membawa banyak bangsa dan peradaban bersama-sama.”

“Dalam konteks ini, memang penting untuk bersama-sama mempelajari dan memikirkan kembali pemikiran-pemikiran dan konsep-konsep dari filsafat tua ini,” demikian katanya.[Bhagavant, 24/6/11, Sum]

Kata kunci: