Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia » Kesenian » Seni dan Budaya

Sendratari Golden Swan – Kisah Persahabatan

Sabtu, 12 Juni 2010

Seni dan Kebudayaan BuddhisBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Sebuah sendratari berkualitas internasional akan diadakan di Jakarta. Sendratari bernuansa Buddhis ini diangkat berdasarkan Kitab Jataka: ”Mahā Haṁsa Jātaka” (Angsa Agung – red). Kisah Jataka yang terukir pada relief di Candi Borobudur ini menceritakan kehidupan lampau Bodhisatta Siddhattha dalam menyempurnakan paramita (kebajikan) bersama para sahabatnya Ananda, Sariputta, Channa dan Khema.

Pertunjukkan sendratari yang diselenggarakan oleh Yayasan Widyadasa ini, rencananya secara perdana akan digelar pada Sabtu, 17 Juli 2010, pukul 18.30 WIB, di Jakarta International Trade and Exhibition Centre (JITEC) Mangga Dua Square, Lt.8, Jl. Gunung Sahari Raya No.1, Jakarta Utara.

Dengan mengusung judul “The Golden Swan – Kemenangan Sebuah Persahabatan”, sendratari yang memadukan unsur modern dan tradisional yang bersumber pada budaya bangsa Indonesia yang sangat tinggi ini akan dimainkan oleh para penari terlatih, dengan didukung teknologi pertunjukkan dan multimedia modern, serta musik yang memukau, untuk menghasilkan pentas seni yang berkualitas.

Piyasirini Wilis Rengganiasih Endah Ekowati, S.Sn., M.A., penulis skenario The Golden Swan, dalam situs Widyadasa mengatakan bahwa kisah ini merupakan kisah yang dipilih oleh Y.M. Sri Pannavaro Mahathera dari sejumlah kisah yang ia ajukan, yang dipetik dari the Kisah-Kisah Jataka  dari Kitab Tipitaka.

“Pertimbangan dalam menyeleksi beberapa kisah yang saya usulkan kepada Bhante Pannavaro dari sekian banyak kisah-kisah Jataka ini antara lain adalah kemungkinan untuk mewujudkan cerita ke dalam gerak dan unsur-unsur visual lain yang menarik,” demikian katanya.

Pementasan Angsa Emas yang disutradari oleh Tri Kumara Siddhi Wardhanto Said, S.Sn. dan dengan komposer musik asal Thailand, Chamras Saewataporn, serta mendapat bimbingan dari Y.M Sri Pannavaro Mahathera dan Y.M. Jotidhammo Mahathera, akan ditonton oleh 12.000 penonton yang terdiri dari para pejabat Negara dan para duta besar negara Buddhis di Indonesia, tokoh masyarakat dan organisasi non-pemerintah, tokoh-tokoh Buddhis dari berbagai vihara dan wilayah, umat Buddha se-Jabodetabek, serta tidak menutup kemungkinan kalangan umum dan non-Buddhis.

Setelah menggelar 3 kali pertunjukkan di Jakarta, yaitu Sabtu, 17 Juli 2010, pukul 18.30 WIB; Minggu, 18 Juli 2010, pukul 10.00 WIB dan pukul 14.30 WIB, rencananya Widyadasa akan menggelar pertunjukkan serupa di berbagai kota besar di Indonesia. Hal ini bertujuan agar pesan moral yang terkandung dalam pentas seni ini dapat disampaikan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dikisahkan dalam Kitab Jataka nomor 534, Mahā Haṁsa Jātaka, dalam kehidupan yang lampau, Sang Bodhisatta Siddhattha terlahir sebagai Raja Angsa Kencana (Emas) bernama Dhatarattha yang tertangkap oleh seorang pemburu. Didampingi oleh Patih Angsa setianya yaitu Sumukha, mereka menghadapi kesulitan tersebut bersama-sama.

Untuk informasi selengkapnya serta pemesanan undangan secara online dapat mengakses ke situs www.widyadasa.org.[Sum]

Kata kunci: , , , , ,