Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia » Seremonial

Asadha, Lestarikan Dhamma Demi Kebahagiaan

Selasa, 15 Juli 2008

Hari Asalha PujaBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Setelah dua bulan berlalu dari bulan Vesak, kini tiba saatnya umat Buddha kembali memperingati peristiwa penting di bulan Juli ini. Sebuah peristiwa dimana Sang Buddha membabarkan Dhamma yang Ia temukan kembali untuk pertama kalinya. Peristiwa ini dikenang sebagai hari Asadha. Nama Asadha sendiri diambil dari nama bulan dalam penanggalan India yaitu bulan Asadha (bahasa Sanskerta) atau Asalha (bahasa Pali).

Dalam peristiwa yang jatuh tepat pada bulan purnama tersebut, Sang Buddha membabarkan Dhamma kepada lima petapa (Kondanna, Bhadhiya, Vappa, Mahanama, dan Assaji) di Taman Rusa Isipatana. Kotbah pertama ini terkenal dengan nama Dhammacakkapavatana Sutta (Kotbah pemutaran roda Dhamma). Dalam kotbah ini Sang Buddha menyatakan suatu Kebenaran yang dikenal dengan Empat Kebenaran Mulia yang kemudian menjadi dasar dari ajaran agama Buddha.

Dengan dibabarkannya Dhamma untuk pertama kali kepada lima murid pertama atau disebut dengan Panca Vagghiya Bhikkhu, maka semenjak itulah Sangha Bhikkhu untuk pertama kali terbentuk, sehingga akhirnya lengkaplah kemunculan Tiga Permata Mulia, yaitu Buddha, Dhamma dan Sangha.

Sungguh menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bagi kita umat Buddha yang masih mendengar, mengenal, serta mempraktikkan Dhamma yang indah di awal, di tengah dan diakhir yang dinyatakan oleh Sang Buddha. Dhamma adalah sebuah kebenaran yang tidak lapuk oleh waktu yang sampai sekarang masih dapat dipraktikkan dan sesuai dengan perkembangan jaman. Dhamma adalah perahu bagi kita untuk menyeberangi lautan penderitaan menuju pantai seberang yaitu padamnya penderitaan, Nibbana.

Meskipun seperti yang disabdakan oleh Sang Buddha bahwa suatu saat nanti Dhamma yang indah ini akan kembali terlupakan oleh para makhluk, namun dengan melihat dan memahami dengan penuh kesadaran bahwa Dhamma begitu indah dan sangat bermanfaat bagi semua makhluk maka sudah sewajarnya dan perlu bagi kita untuk tetap melestarikan Dhamma ini demi kebahagiaan semua makhluk.

Dengan mempelajari dan mempraktikkan Dhamma dalam kehidupan keseharian kita, maka secara langsung kita telah ikut melestarikan Dhamma. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama mempelajari dan mempraktikkan Dhamma dengan melakukan kebajikan dari hal-hal yang sederhana yang dapat kita lakukan dalam kehidupan kita.

Selamat Hari Asadha 2552 B.E. Semoga cahaya Dhamma selalu menyinari batin kita. Sadhu! Sadhu! Sadhu!

Kata kunci: , , ,