Arkeologi » Asia Oseania » Asia Selatan » Seni dan Budaya » Sri Lanka » Tradisi dan Budaya

Jaga Situs Buddhis, Pakistan Ucapkan Terima Kasih

Minggu, 29 Juni 2008

Kebudayaan BuddhisAsian Tribune,
Jayawardenapura, Sri Lanka – Ketua Pusat Pendanaan Kebudayaan Sri Lanka, Professor Sudarshan Seneviratne minggu ini menerima penghormatan dari pemerintah Pakistan atas kontribusinya yang luar biasa terhadap perlindungan dan pemeliharaan dari warisan budaya kuno Buddhis Gandhara.

Ia mengatakan hal ini dalam suatu kesempatan pendistribusian kopian terjemahan bahasa Sinhala dari publikasi peradaban Gandhara di Pakistan, kepada para peneliti dan akademisi di Pusat Informasi Internasional, Kandy tanggal 22 Juni.

Komisi Tinggi Pakistan di Sri Lanka, Shahzad Chaudhry merupakan Tamu Utama di upacara tersebut. Di antara tamu lainnya yang menghadiri acara tersebut adalah Tamu Kehormatan, Gubernur Propinsi Tikiri Kobbekaduwa, Walikota Kandy L.D. Aluvihare, Y.M. Pahamune Sri Sumangala dari Malwatte Chapter, Wakil Penasihat Universitas Peradeniya, Penasihat Asisten Komisaris India dan para pejabat dari Komisi tinggi Pakistan.

Berbicara kepada yang hadir Prof. Seneviratne memberikan sebuah presentasi yang rinci mengenai pentingnya Gandhara dan permatanya yang terawat yang luar biasa – kota kuno Taxila, dekat Islamabad. Berbicara mengenai perkembangan Seni Gandhara dan pengaruhnya yang penting dan penyebaran Buddhisme dari timur sampai ke Jepang, ia mengundang para Buddhis untuk mengunjungi situs-situs Buddhis penting dan hasil karya seni di Pakistan.

Y.M. Sri Sumangala mengawali pidatonya dengan bait bahasa Pali yang mengisahkan keberadaan salah satu relik gigi dari Sang Buddha di Gandhara. Beliau juga menghargai pelayanan dari pemerintah Pakistan untuk pemeliharaan warisan Buddhis di negara itu.

Gubernur Kobbekaduwa mengucapkan terima kasih kepada Islamabad atas dukungannya yang diperluas dalam berbagai proyek pengembangan di Pusat Propinsi.

Komisi Tinggi Pakistan, Chaudhry mengatakan bahwa negaranya telah memelihara dan menjaga beberapa situs sejarah seperti Harappa dan Mohenjodaro. Tetapi perhatian khusus diberikan kepada Taxila dalam hal berbagi sejarah sehingga Pakistan memutuskan untuk memeliharanya bagi dunia. Oleh karena itu ia memberikan catatan bahwa sekarang saatnya bagi Buddhis di seluruh dunia untuk mempergunakan kesempatan ini dan mengunjungi tempat-tempat keagamaan bagi mereka.

The High Commissioner also handed over several books on Pakistan to the vice chancellor as a donation to the Peradeniya University Library.

Komisi Tinggi juga menyerahkan beberapa buah buku dari Pakistan kepada wakil penasihat sebagai salah seorang donatur untuk Perpustakaan Universitas Peradeniya.

Kata kunci: , , ,