Asia Oseania » Asia Selatan » India » Pendidikan » Seni dan Budaya » Tradisi dan Budaya

Nalanda Tingkatkan Hubungan China-India

Selasa, 29 April 2008

Buddhisme di IndiaIANS,
Patna, India – Pengembangan Nalanda, pusat pembelajaran di Bihar, akan membantu meningkatkan hubungan antara India dan China, kata seorang pakar. ”Pengembangan terhadap Nalanda akan membantu meningkatkan hubungan India-China yang mana hal tersebut penting bagi kedua negara,” kata R. Pant, wakil penasihat Nav Nalanda Mahavihara.

Pant yang berada di Patna sehubungan dengan sebuah pembicaraan 22 April lalu, mengatakan bahwa Nalanda masih menjadi perhatian bagi China dan negara-negara Asia Tenggara lainnya karena warisan sejarah dan budayanya. ”India telah mulai bergerak untuk mengembangkan Nalanda. China kemudian menunjukkan ketertarikannya dalam proyek ini,” kata Pant.

Nalanda berada sekitar 90 km dari Patna.

Pant mengatakan bahwa China telah lama tertarik pada situs-situs Buddhis dan terdapat sebuah lokasi yang bernama ’Rajgir’ di propinsi Lingsa, China, dimana terdapat sebuah patung Buddha setinggi 200 kaki.

Ia mengatakan bahwa desa Nepura di blok Silao juga telah dikembangkan untuk spesialisasinya dalam tenunan sutra sebagai tas-tas sutra yang cukup pupuler di antara rohaniawan Buddhis di China dan di negara lain.

Kerajinan tembikar dari Nalanda, yang juga populer di antara para turis Buddhis, akan diberikan perhatian.

Sebuah desa budaya dan Universitas Nalanda Internasional akan dibangun dengan bantuan negara asing termasuk China dan Jepang.

Menurut Pant, sebuah aula dibangun tahun lalu untuk mengenang 7 abad-nya penjelajah China Xuan Zang (Huen-Tsang) di Nalanda, yang diresmikan oleh menteri luar negeri China, Li Zhaoxing, merupakan sebuah tanda dari berkembangnya hubungan persahabatan India-China. Aula tersebut dibangun untuk mengenang kunjungan Xuan Zang ke India.

Xuan Zang terkenal dengan 17 tahun perjalanannya ke India, dimana ia belajar dengan banyak guru Buddhis yang tercatat, khususnya di Nalanda. Ia menajdi seorang siswa di Nalanda selama lima tahun dan mengajar selama setahun.

Saat kembali ke China, ia membawa 657 naskah Sanskerta dan menerjemahkannya ke dalam bahasa China, menempatkan sebuah pondasi Buddhism yang kuat bukan hanya di China, tetapi juga di Korea dan Jepang.

Kata kunci: , ,