Arkeologi » Asia Oseania » Asia Selatan » Pakistan » Seni dan Budaya

Pemukiman Era Buddhis Pakistan Hampir Punah

Senin, 26 Maret 2007

Buddhisme di PakistanANI,
Islamabad, Pakistan – Pemukiman pada era Buddhis di Dadu di Sindh diberitakan dalam ambang kepunahan akibat ketidakperdulian Departemen Arkeologi Pakistan.

Menurut surat kabar Dawn, salah satu pemukiman berada di Siranikot, sekitar 10 kilometer dari kota Jatoi, di pinggir sungai Indus di bagian distrik Moro. Tersebar lebih dari tiga are, pemukiman tersebut memiliki stupa besar di tengahnya, dan dikelilingi oleh tembok setinggi 15 kaki dan lebar 10 kaki.

Dalam laporan dikatakan bahwa tidak ada penelitian yang dilakukan dari 12 sampai 13 pemukiman Buddhis di Sindh, dan ditambahkan bahwa pemukiman tersebut tersebar dari Kutch di selatan ke Multan di utara.

Stupa Siranikot dua tingkat memiliki tinggi 25 kaki dan terbuat dari tanah liat dan lumpur. Memiliki empat pintu gerbang dan empat menara pengawas. Saat ini, seluruh situs arkeologi `dimiliki` oleh marga Buriro yang telah membangun delapan rumah pada pemukinan tesebut pada tahun 1970-an.

Stupa dan benteng-benteng berada dalam kondisi yang parah karena tidak ada pekerjaan perbaikan yang pernah dilakukan. Hujan membuat kerusakan besar pada bagian supa dan benteng-benteng.

Penduduk telah membangun sebuah desa di situs tersebut, tetapi mereka belum membongkar peninggalan purbakala tersebut. Namun, ternak mereka bebas berkeliaran di sekitar situs tersebut.

Penduduk lokal telah menemukan lebih dari 25 barang sejarah yang berbeda dari situs tersebut dari waktu ke waktu, termasuk batu bata yang diukir, manik-manik (mungkin milik para biarawan), patung figur dari terakota, pahatan dan uang logam.

Beberapa tiang kayu juga ditemukan yang mungkin digunakan sebagai penanggah untuk menutup pintu gerbang benteng.

Hal yang menarik adalah para penduduk desa yang tidak memiliki pengalaman akan konservasi telah menyimpan semuanya di dalam sebuah lemari di sekolah dasar setempat.

Kepala desa Moli Rakhio Buriro mengatakan kepada Dawn bahwa situs sejarah tersebut berada dalam pengawasan mereka selama departemen arkeologi belum mengklaim sebagai pihak yang berhak atasnya.

Ia mengatakan bahwa hanya sedikit para ahli sejarah yang mengunjungi situs tersebut dan para penduduk desa menerima kedatangan mereka. Ia meminta agar pemerintah seharusnya menjaga situs sejarah tersebut.

Ahli arkeologi Dr Hakim Ali Shah Bukhari mengatakan bahwa situs Siranikot berusia 900 sampai 1000 tahun dan merupakan sebuah monumen dari jaman Buddhis.

Ia mengatakan bahwa Sirani berasal dari kata Sindhi yang berarti perlindungan dan Kot berarti benteng.

Bukhari meminta departemen arkeologi seharusnya mengambil alih situs tersebut dalam pengawasan mereka di bawah undang-undang perlindungan benda sejarah tahun 1975 dan melindunginya. Ia mengatakan bahwa tempat tersebut, jika dipelihara, dapat menjadi tempat penting bagi turisme.

Ia juga mengungkapkan bahwa tengkorak-tengkorak manusia juga ditemukan di situs tersebut pada beberapa tahun yang lalu, diperkirakan telah ada orang-orang yang tinggal di sana sebelum pembangunan benteng dan stupa tersebut.

Kata kunci: ,